Our Blog

Ibu, Kehamilan, Umum

Penyebab Kaki Bengkak setelah Melahirkan

LEAVE A COMMENT

Penyebab Kaki Bengkak setelah Melahirkan

 

 

Kaki bengkak setelah melahirkan merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh wanita setelah melahirkan.  Kaki bengkak ini ternyata tidak saja terjadi pada wanita yang sedang hamil melainkan dapat menetap hingga anda melahirkan sang buah hati. Dalam istilah medis, kondisi kaki bengkak yang tetap terjadi setelah seorang wanita melahirkan ini disebut dengan edema post partum. Lalu berbahayakah jika hal ini terjadi? Berbahaya atau tidaknya kondisi ini ditentukan oleh penyebab yang mendasarinya. Penyebab kaki bengkak setelah melahirkan bisa bermacam-macam, hal ini bisa merupakan kondisi yang normal terjadi maupun  kondisi  yang harus diwaspadai oleh ibu karena berhubungan dengan masalah kesehatan. Untuk itu simaklah pembahasan mengenai penyebab kaki bengkak setelah melahirkan di bawah ini dan juga cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk mengurangi keluhan ini!

Waspadai penyebab kaki bengkak setelah melahirkan.

Kaki yang bengkak setelah proses melahirkan tentu saja mengganggu, bagaimana tidak ukuran kaki yang tidak proporsional ini sering membuat kita susah untuk menggerakannya karena beratnya yang ikut bertambah. Dalam pembahasan berikut ini akan dijelaskan beberapa kemungkinan penyebab yang mendasari kaki bengkak setelah melahirkan.

•          Gangguan sirkulasi

Gangguan sirkulasi pada seorang wanita hamil merupakan hal yang biasa terjadi. Bagaimana tidak, saat sedang hamil ukuran rahim seorang wanita akan bertambah besar sesuai dengan ukuran kehamilannya dan hal ini dapat mengganggu aliran darah balik dari tungkai ke jantung. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar wanita hamil mengalami bengkak pada kedua tungkainya dan ini dapat menetap beberapa saat setelah melahirkan.

•          Perubahan hormonal

Masalah hormonal adalah faktor yang paling sering dibahas ketika kita membahas kelainan pada tubuh seorang perempuan. Saat seorang wanita menjalani proses kehamilan, terjadi lonjakan hormonal di dalam tubuhnya yang memang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati di dalam kandungan. Salah satu hormon yang kadarnya tinggi dalam tubuh seorang wanita saat sedang hamil adalah progesteron.

Hormon progesteron ini memiliki efek lain berupa retensi air dan juga ion natrium di dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan mengapah banyak wanita yang mengalami bengkak selama kehamilannya. Kemungkinan besar kadar hormon progesteron di dalam tubuh seorang wanita yang baru melahirkan belum kembali normal seperti biasanya, sehingga hal ini dapat menyebabkan kaki bengkak setelah melahirkan.

•          Proses alami tubuh saat melahirkan

Ternyata proses melahirkan itu sendiri merupakan salah satu penyebab bengkak kaki yang terjadi setelah melahirkan, hal ini terutama terjadi pada proses melahirkan normal (tanpa operasi). Saat proses persalinan normal, seorang ibu akan berulang kali mengedan untuk membantu sang bayi keluar dari dalam rahim. Proses inilah yang akan menyebabkan  tekanan tinggi di dalam perut dan berlanjut pada distribusi cairan ke tungkai maupun tangan, sehingga bengkak juga masih dapat dirasakan setelah proses melahirkan.

Selain itu bagi sebagian ibu yang melahirkan melalui proses operasi, pemasangan infus guna menjaga asupan caian ketika melalui operasi terkadang dapat menyebabkan berlebihnya cairan di dalam tubuh ibu dan berujung pada kondisi bengkak di tungkai yang menetap beberapa saat setelah melahirkan. Akan tetapi perlu ibu ketahui, bahwa proses ini dapat terjadi sebagai respon normal tubuh saat menghadapi proses melahirkan dan bukan merupakan sebuah efek samping yang harus ditakuti.

•          Penyakit hipertensi pada kehamilan

Penyakit hipertensi pada kehamilan juga merupakan salah satu kondisi medis yang perlu diperhatikan jika ibu mengalami kaki bengkak setelah melahirkan. Sebagai wanita yang pernah hamil, tentu tidak asing jika tenaga kesehatan terutama bidan dan dokter sangat memperhatikan kondisi ini. Penyakit hipertensi pada kehamilan ini memang sangat mengkhawatirkan, selain karena membahayakan kondisi janin dan ibunya penyakit ini dapat mengganggu kesehatan sang ibu bahkan setelah proses melahirkan dan juga pada kehamilan berikutnya.

Untuk itu penting bagi setiap ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya kepada petugas kesehatan baik bidan maupun dokter. Pemeriksaan kandungan yang dianjurkan oleh pemerintah adalah minimal empat kali selama kehamilan, yakni satu kali pada 3 bulan pertama (trimester I), satu kali pada 3 bulan kedua (trimester II) dan dua kali pada 3 bulan terakhir (trimester III).

 

 

ARTIKEL LAIN...

-babylonish-

http://dedaunan.com

SHARE

Follow Us On:
x