Our Blog

Keluarga, Tips, Umum

6 Jurus Jitu Cegah Dompet Jebol di Hari Natal

LEAVE A COMMENT

6 Jurus Jitu Cegah Dompet Jebol di Hari Natal

 

Desember itu bulannya konsumtif. Faktanya memang begitu karena ada Hari Raya Natal. Ada ritual pasang pohon natal, saling kirim kartu ucapan, tukaran hadiah baik kepada sesama anggota keluarga maupun teman, sampai jalan-jalan mengisi waktu liburan.

Tentu saja perayaan itu butuh modal yang tak sedikit. Memang sih ada tambahan tunjangan hari raya (THR) bagi yang merayakan natal. Tambahan THR itu memang dimaksudkan sebagai solusi menanggulangi pengeluaran yang membengkak di hari raya.

Cuma apakah itu berarti THR tersebut wajib dihabiskan? Ya soal ini balik lagi ke pribadi masing-masing. Sah-sah saja ada yang beranggapan duit itu mesti dihabiskan untuk persiapan natal. Entah beli kado, boyong pohon natal baru bersama ornamennya, belanja baju baru, makanan enak, dan lain sebagainya.

Selama punya duit sih bukan masalah besar. Beda kasus dengan yang lagi program pengencangan ikat pinggang alias lagi diet pengeluaran. Mereka ini mesti harus berhitung dalam menyusun pengeluaran perayaan hari raya. Gagal mengontrol bisa bikin kantong jebol.

 

Biar enggak alamin kejadian seperti itu, yuk coba terapkan strategi ini.

 

1. Definisi ulang hadiah natal

Beli barang yang jadi memang paling praktis buat siapkan hadiah natal kepada pasangan tercinta, anak, dan kerabat terdekat. Ritual ini yang bikin penjual atau mal semangat bikin program diskonan. Judulnya bikin hati kebat-kebit banget kayak Cuci Gudang, Midnight Sale, Bazaar Natal, Banting Harga Gede-gedean.

Padahal, hadiah itu hanya semacam ‘benda’ yang mengantarkan pesan rasa syukur kepada orang-orang terkasih. Juga, untuk berbagi kebahagiaan bersama mereka.

Biar tak dompet tak jebol, tidak ada salahnya kok untuk mereview lagi siapa saja yang paling berhak dapat kado. Atau mungkin mulai kebiasaan baru. Contohnya, kebiasaan membanjiri si kecil dengan banyak kado bisa jadi salah satu sumber pembengkakan pengeluaran. Kenapa tidak mulai dikurangi saja?

Bisa satu atau mungkin dua biar rada moderat. Selain menekan alokasi belanja kado, langkah ini bisa bantu menumbuhkan sifat kesederhanaan pada diri anak. Jadi, ada unsur edukasinya pula selain menekan pengeluaran.

 

2. Bikin sendiri kue dan kartu ucapan

Rasanya kayak aneh kalau merayakan Natal tanpa dilengkapi deretan kue-kue nan lezat. Nah, ketimbang alokasikan duit untuk belanja kue-kue yang nilainya tak sedikit, kenapa tidak memantapkan hati bikin sendiri?

Kalau perlu ajak buah hati. Bikin kue bisa jadi sarana edukasi buat anak, bukan? Di situ ada nilai-nilai kesabaran, hitung-hitungan, plus menambah kedekatan emosinal dengan anak. Jadi, ini bukan perkara demi menghemat pengeluaran saja.

Contohnya bikin bola-bola coklat. Pasti tahu dong resep kue yang paling enggak ribet ini? Bikinnya, ajaklah serta anak biar seru dan bisa merangsang kreativitas mereka.

Nah, bisa bikin versi natalnya dengan meses warna-warni. Modalnya pun tak terlalu besar.

Misalnya, siapkan duit Rp 40 ribu untuk beli brownies kukus yang sudah jadi atau beberapa bungkus biskuit. Produk meses warna-warni Rp 7 ribu. Lalu susu kental manis kalengan Rp 10 ribu.

 

3. Bawa uang pas saat ke mal

Memang sulit menahan godaan untuk tidak berkunjung ke mal. Apalagi mal ikut menyemarakkan natal dengan menghadirkan banyak acara maupun program diskon spesial. Kalau tak kuat iman, kantong bisa jebol nih karena terkuras membeli sesuatu yang sebenarnya tak diperlukan.

Ya gimana mata tak melotot melihat label diskon 80 persen yang melekat di sepatu cantik? Atau lebih lagi, kalau anak sudah merengek minta beli mainan di display.

Biar tak tergoda, cobalah bawa uang pas. Tetapkan dulu tujuan dan kepentingan ke mal. Jika sekadar makan-makan bareng keluarga, siapkan dana secukupnya saja.

 

4. Selektif pilih diskon

Meski niat irit bukan berarti kita mesti pelit. Anggaran belanja tetap harus ada, tapi jumlahnya jangan kebangetan.

Buatlah alokasi belanja yang wajar dan tak menggerus tabungan. Atau misalnya menetapkan porsi alokasi belanja hanya 30 persen dari THR suami.

Dengan dana yang terbatas itu, bakal memaksa kita untuk selektif memilih barang belanjaan maupun menyusun prioritasnya. Jadi, tak masalah manfaatkan tawaran diskon.  Lewat bantuan diskonan, membuat kita bisa belanja barang lebih banyak dengan duit yang terbatas.

Betul, hari Natal cuma datang setahun sekali. Setuju, hari Natal itu momen paling pas buat manjakan diri. Tapi bukan berarti harus menerapkan budaya konsumtif.

Jangan sampai fokus pada perayaan Natal membuat kita seolah-olah punya kuasa untuk membelanjakan banyak uang. Intinya, kegembiraan merayakan Natal bukan diciptakan dari banyaknya uang tapi menghabiskan momen bersama kehadiran orang terkasih.

 

 

ARTIKEL LAIN...

-babylonish-

Dari berbagai sumber.

 

 

 

 

SHARE

Follow Us On:
x