Our Blog

Keluarga, Umum

JALIN KEBERSAMAAN SAAT LIBURAN

LEAVE A COMMENT

JALIN KEBERSAMAAN SAAT LIBURAN

 

 

Melewatkan liburan bersama merupakan saat yang dinanti. Sayangnya, rencana membina kebersamaan tak selalu mulus. Apa kemungkinan yang dapat terjadi dan bagaimana menghindarinya?

Kesibukan kota besar melebarkan jarak antaranggota keluarga. Mereka sulit untuk saling bertemu dan membina komunikasi yang baik. Aktivitas yang dimulai sejak dini hari dan berakhir larut malam membuat kebersamaan keluarga sulit terbina. Tidak heran jika liburan menjadi saat yang paling ditunggu

Terbebasnya ibu maupun ayah di saat liburan dari berbagai kewajiban yang biasa mewarnai keseharian, memungkinkan upaya pendekatan diri dengan anak. Hal ini dapat tercipta melalui berbagai kegiatan yang dilakukan bersama-sama dalam suasana santai dan menyenangkan.

Tak selalu mulus. Tidak selalu rencana liburan, yang diharapkan mengeratkan kedekatan anggota keluarga berjalan baik. Beberapa di antaranya menimbulkan konflik, bahkan memunculkan suasana tegang. Berikut ini beberapa kemungkinan yang dapat menghancurkan kebersamaan liburan keluarga Anda.

Terlalu ingin sempurna. Orang tua menginginkan liburan berjalan sesempurna harapan mereka. Perencanaan dibuat sematang mungkin. Sedikit melenceng dari rencana dianggap kegagalan fatal. Padahal, bepergian bersama anak balita harus dilakukan sefleksibel mungkin. Turunkan harapan Anda dan sesuaikan dengan kemampuan anak.

Terlalu padat kegiatan. Mengikuti acara berlibur bersama biro perjalanan atau bepergian mengunjungi suatu tempat terkadang membuat kita tertarik mengikuti semua kegiatan. Padahal, balita memiliki keterbatasan fisik. Kegiatan yang menyenangkan bagi orang dewasa belum tentu menarik bagi anak. Inginnya menikmati objek-objek wisata bersama anak, yang terjadi balita jatuh sakit atau rewel karena terlalu lelah.

Memikirkan kebutuhan sendiri. Kesibukan menghalangi terpenuhinya kebutuhan pribadi ayah maupun ibu. Akibatnya, cuti panjang yang seharusnya diisi dengan berkegiatan bersama, masing-masing malah memikirkan kebutuhannya sendiri. Ayah, misalnya, ingin melewatkan liburan dengan beristirahat sebanyak mungkin. Sementara, ibu ingin bersantai membaca novel. Bagaimana menciptakan kebersamaan jika ini yang terjadi? Upayakan mengakomodasikan kebutuhan masing-masing anggota keluarga tanpa mengorbankan kebersamaan. Caranya, kompromi dan atur jadwal libur bersama-sama.

Kurang mengantisipasi masalah yang mungkin timbul. Jangan sampai masalah yang kurang diperkirakan muncul mengganggu kebersamaan. Berat atau ringannya antisipasi masalah disesuaikan dengan besar atau kecilnya kegiatan dan usia anak. Upayakan merinci permasalahan yang mungkin timbul dan tindakan antisipasi bersama.

 

 

ARTIKEL LAIN...

-babylonish-

http://www.ayahbunda.co.id/

SHARE

Follow Us On:
x