Our Blog

Anak, Ibu, Kehamilan, Keluarga

Apa yang terjadi jika aborsi medis dilakukan setelah 9 minggu pertama kehamilan?

LEAVE A COMMENT

Apa yang terjadi jika aborsi medis dilakukan setelah 9 minggu pertama kehamilan?


Anda dapat melakukan aborsi medis hingga usia kehamilan 12 minggu. Jika usia kehamilan anda lebih dari 12 minggu dan aborsi medis tetap dilakukan, obat-obatan masih bekerja dan mampu menyebabkan aborsi. Namun, resiko komplikasi meningkat dan anda mungkin akan membutuhkan perawatan dokter (bacalah tabel dibawah ini mengenai komplikasi untuk mengetahui angka peningkatan resiko). Oleh karenanya, disarankan untuk memakai obat-obatan ketika berada di ruang tunggu rumah sakit atau di kafe dekat rumah sakit. Hal ini untuk menjaga bila terjadi situasi medis darurat. Gejala-gejalanya persis seperti keguguran. Bila anda memerlukan perawatan darurat di rumah sakit, sampaikan pada dokter anda mengalami keguguran, karena perempuan dapat dituntut atas tindakan aborsi. Gejala dan perawatannya sama dengan keguguran.

Perhatikan juga bahwa anda akan kehilangan banyak darah dan jaringan, dan kemungkinan janin (ukurannya tergantung lama kehamilan) yang bisa dikenali. Hal ini cukup membuat stres. Jika anda tidak memiliki alternatif lain, aborsi medis merupakan cara yang jauh lebih aman dibanding cara-cara berbahaya lainnya seperti memasukkan benda tajam ke dalam vagina, menelan bahan kimia beracun seperti pemutih, atau memukuli perut. Jangan pernah gunakan metode tersebut!

Sumber ilmiah:

Aborsi medis telah terbukti efektif digunakan pada trimester pertama kehamilan (usia 12 minggu) dan bahkan trimester kedua kehamilan. Namun, resiko komplikasi karena aborsi medis meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Terdapat peningkatan jumlah prosedur operasi yang disebabkan oleh kegagalan obat atau perdarahan berat.  

Lama Kehamilan    % perempuan yang memerlukan perawatan medis lebih lanjut

0- 49 hari (0-7 minggu)    2 %

40-63 hari (7-9 minggu)    2.5%

64-70 hari (9-10 minggu)    2.7%

71-77 hari (10-11 minggu)    3.3%

77-84 hari (11-12 minggu)    5.1%

85-91 hari (12-13 minggu)    8%

(Perawatan komplikasi aborsi medis meliputi vakum aspirasi untuk kehamilan yang berlanjut atau aborsi tidak lengkap.)

Untuk kehamilan usia 49 hingga 64 hari (7 sampai 9 minggu), 0,2% perempuan mungkin membutuhkan kuret darurat karena perdarahan  ( atau 1 per 500 perempuan yang melakukan aborsi medis).

Perbandingan resiko ini mirip dengan shock anafilaksis (adalah kondisi yang mengancam nyawa) setelah penggunaan penisilin.  

Untuk kehamilan usia 64 hingga 93 hari (9 sampai 13 minggu), 0,4 % perempuan mungkin membutuhkan kuret darurat karena perdarahan.

Bahkan untuk kehamilan diatas 13 minggu, hanya 5,2 % perempuan yang membutuhkan bantuan melalui prosedur bedah karena kehamilan berlanjut atau aborsi tidak lengkap.  

Pada tahun 2004, “The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists dalam panduan klinis berbasis bukti menyatakan bahwa regimen medis Mifepristone yang dikombinasi dengan Misoprostol aman dan efektif digunakan sebagai alternatif aborsi secara bedah pada usia kehamilan 9-13 minggu oleh perempuan yang melakukan aborsi pada usia kehamilan 9-13 minggu.  

Apabila seorang perempuan tidak memiliki pilihan aman lainnya dan tidak dapat mengakses layanan bantuan aborsi ini, maka kemungkinan ia akan memilih cara aborsi yang tidak aman. Beragam jenis metode untuk memicu terjadinya aborsi dilakukan seperti memasukkan benda tajam ke dalam vagina, menelan bahan kimia beracun seperti pemutih, atau memukuli perut untuk menyebabkan aborsi.  Aborsi medis merupakan pilihan yang lebih aman dibandingkan cara-cara lain.



ARTIKEL LAIN...

~babylonish~

Sumber:
https://www.womenonweb.org/

SHARE

Follow Us On:
x