Our Blog

Anak, Keluarga, Umum

TIPS CARA MEMBERIKAN MAKANAN PERTAMA KALI PADA BAYI ANDA

LEAVE A COMMENT

TIPS CARA MEMBERIKAN MAKANAN PERTAMA KALI PADA BAYI ANDA

 

Sebaiknya MPASI dimulai dengan bubur tepung beras. Pemberiannya dimulai dengan konsistensi yang cukup encer, kurang-lebih 1-2 sendok makan terlebih dahulu dan pemberiannya 1x/hari, serta sisanya bayi masih tetap diberikan ASI. Setelah bayi terbiasa dan pada observasi tidak didapatkan tanda-tanda alergi ataupun gangguan pada buang air besar jumlahnya dapat ditingkatkan.

Sekental apakah sebenarnya makanan yang diberikan untuk bayi? Kekentalan awal yang cukup adalah bubur dapat diangkat oleh sendok dan tidak tumpah apabila sendok dimiringkan, namun tekstur bubur harus halus (tidak berserat-serat kasar). Kekentalan dan konsistensi inilah yang dibutuhkan untuk makanan pertama bayi. Seiring dengan usia dan meningkatnya keterampilan makan bayi, kekentalannya ditambah dan tekstur makanan tersebut juga semakin kasar.

Selain bubur beras, ibu juga dapat memperkenalkan pure buah kepada bayi, seperti pisang, jeruk, pepaya, dll namun tentunya kita juga harus memperhatikan jangan sampai bayi tersedak serat pada buah-buahan tersebut.

Pengenalan makanan untuk bayi sebaiknya dimulai dengan 1 makanan baru setiap 3-4 hari sekali. Selain baik untuk memberikan waktu yang cukup kepada bayi untuk mengenal rasa dan tekstur makanan baru, hal ini juga berguna untuk pengenalan yang lebih mudah bila terdapat intoleransi atau alergi pada makanan tertentu. Misalnya pada awalnya bayi hanya diperkenalkan dengan bubur beras saja, setelah 4 hari bayi dapat diperkenalkan dengan bubur beras dan wortel, 4 hari kemudian bayi diperkenalkan dengan bubur beras, wortel, dan daging, atau variasi makanan lainnya. Namun tentunya konsistensinya masih harus dihaluskan.

Jika bayi sudah mulai terbiasa untuk makan, porsinya ditambah lalu kekentalannya juga ditambah, dan juga frekuensi pemberiannya. Ingat, kuncinya adalah lakukan secara perlahan dan bertahap… Jangan lupa, ini adalah proses belajar bagi bayi... Awalnya hanya 1x/hari pemberian, ditingkatkan 2x/hari, lalu 3x/hari dan akhirnya 3x/hari dengan 2x snack.

 

Target ideal yang ingin dicapai adalah saat bayi berusia 1 tahun, anak sudah mampu makan makanan keluarga dengan jumlah 3x sehari, dengan 2x snack. Yang dimaksud makanan keluarga di sini adalah makanan yang sama dengan yang dimakan anggota keluarga lainnya…tentunya dengan porsi dan jenis yang sesuai bagi anak.

 

Hal-hal untuk diingat:

  • Pada usia 4-6 bulan, walaupun bayi sudah mulai makan, namun sumber utama makanan bayi adalah ASI atau susu formula. Makanan yang diberikan hanyalah sekedar makanan tambahan.
    • Bila bayi dicoba makan dan ternyata belum siap, jangan paksakan bayi untuk makan.
    • Pada saat awal mencoba makan, bayi belum tentu langsung mau makan dengan lahap, bila bayi melepeh atau tidak mau makan, jangan khawatir dan jangan menyerah. Stop dan coba lagi keesokan harinya atau beberapa hari setelahnya.
    • Makan adalah suatu keterampilan, bila terlambat melatih pemberian makan (di atas 6 bulan) maka dikemudian hari anak akan lebih kurang terampil untuk makan.
    • Selalu jadikan makan merupakan kegiatan yang menyenangkan. Jangan paksakan bayi jika bayi belum mau makan agar ia tidak menjadi trauma terhadap acara makan.
    • Biasakan bayi untuk makan di meja makan dann pada waktu makan. Hal ini akan melatih dan membiasakan kedisiplinan anak saat makan.
    • ASI atau susu formula masih tetap boleh diberikan bila bayi masih lapar disela-sela makan.
    • Pada bayi yang sudah lebih besar, biarkan bayi belajar untuk makan sendiri. Dudukan bayi di kursi bayi, berikan piring dan sendok sendiri untuk bayi. Biarkan dia melakukan eksplorasi dan berusaha untuk makan sendiri, walaupun akhirnya pasti malah berantakan. Namun sebelum bayi bisa makan sendiri, tetap suapi makanan secara terpisah untuk menjamin makanan tetap dimakan bayi.
    • Untuk makanan seperti biskuit, jangan hancurkan biskuit menjadi bubur. Biarkan bayi memegang biskuit dengan jari-jarinya. Makanan ini disebut juga finger food, yang akan berfungsi melatih gerakan halus bayi dalam memegang dengan menggunakan jari dan bukan menggenggam benda.

 

Makanan-makanan yang perlu diperhatikan:

  • Madu : Jangan berikan madu pada anak sampai usianya mencapai 2 tahun. Karena madu memiliki konsistensi yang sangat kental, sehingga ada kemungkinan bakteri Clostridium botulinum bisa terdapat didalamnya dan bayi belum memiliki ketahanan tubuh yang cukup.
  • Susu sapi murni : Susu sapi murni memiliki kandungan protein yang tinggi, ginjal bayi belum dapat menerima untuk mencerna kandungan protein yang tinggi. Berbeda dengan susu formula, susu formula walaupun sebagian besar berasal dari susu sapi namun kandungan protein dan kandungan lainnya sudah disesuaikan sehingga mendekati ASI.
  • Garam dan gula : Jumlah garam dan gula pada bayi sudah terpenuhi oleh pemberian ASI atau susu formula, sehingga MPASI tidak perlu ditambahkan garanm atau gula.
  • Makanan penyebab alergi : Seandainya orang tua bayi memiliki alergi, hati-hati sifat alergi ini dapat menurun pada bayi. Makanan-makanan yang sering menyebabkan alergi antara lain telur, seafood, kacang, dan lain sebagainya. Bila terdapat kecenderungan alergi terhadap makanan-makanan ini, sebaiknya pada saat memulainya diberikan jarak waktu yang cukup sebelum memulai makanan lainnya sehingga dapat diperhatikan apakah bayi alergi terhadap makanan-makanan ini. Bila terdapat alergi, stop pemberian makanan ini dan berkonsultasilah pada dokter.

 

 

ARTIKEL LAIN...

-babylonish-

http://www.anaksehat.org

 

SHARE

Follow Us On:
x