Our Blog

Anak, Keluarga, Umum

APAKAH BAYI PERLU MANDI?

LEAVE A COMMENT

APAKAH BAYI PERLU MANDI?

 

 

Jawabnya adalah perlu. Terlebih kita hidup di negara yang lembab, bayi perlu mandi 1-2x / hari. Bayi akan dimandikan pertama-tama pada usia kira-kira 6 jam oleh perawat di rumah sakit. Setelah itu mandikan bayi 1x/hari di awal kehidupannya, setelah beberapa minggu biasakan untuk mandi 2x/hari. Hal ini baik untuk membersihkan keringat pada bayi dan untuk menghambat tumbuhnya kuman pada kulit bayi.

Saat tali pusat belum lepas, mandikan bayi dengan air mengalir (jangan dengan merendam bayi). Gunakan air biasa/hangat, jangan gunakan air yang terlalu panas ataupun dingin. Ingat kulit bayi lebih sensitif, gunakanlah sabun dan shampoo yang diperuntukan khusus untuk bayi. Setelah mandi, keringkan bayi dan rawat tali pusat.

Tali pusat akan puput (lepas) dalam waktu 7-14 hari. Cara merawat tali pusat tidaklah sulit, saat mandi gosoklah dengan halus dengan menggunakan air atau boleh dengan menggunakan sabun bayi, kemudian keringkan dan seka dengan menggunakan alkohol 70%. Ingat, gunakan alkohol 70% untuk tali pusat hanya setelah bayi mandi. Selain itu tali pusat tidak perlu dibersihkan, tidak perlu diberikan povidone iodine (misal: Betadin®), bedak, atau minyak apapun, bahkan tidak perlu dibungkus kecuali tali pusat dalam keadaan infeksi. Bila ibu takut dan ingin dibungkus, bungkuslah dengan menggunakan kasa steril. Jangan ikat terlalu keras. Lingkarkan kasa steril pada tali pusat dibawah simpul ikatan pengikat dari rumah sakit, ikat longgar 2 kali.

Setelah tali pusat puput, bayi boleh dimandikan di tempat mandi bayi (baskom/ember bayi) dengan merendam bayi. Pertama-tama pastikan ruangan tempat bayi mandi dan ruangan setelah bayi mandi hangat. Siapkan ember mandi bayi dengan air hangat, wash lap, sabun bayi, handuk bayi, dan baju ganti untuk setelah mandi. Cara memegang bayi saat mandi adalah dari sisi kanan bayi pegang lengan kiri bayi dengan tangan kiri ibu, sehingga kepala bayi terletak di atas pergelangan tangan kiri ibu. Saat bayi sudah nyaman bayi akan meletakkan kepalanya di tangan ibu. Hati-hati jangan sampai terlepas dan kepala bayi terendam. Sabuni mulai dari kepala sampai kaki. Bersihkan pula lipatan-lipatan bayi seperti belakang telinga, leher, ketiak, selangkangan, dan lainnya. Jangan lupa bila bagian perut bayi tidak terendam, basuhlah air hangat dari ember tersebut kearah perut bayi (yang tidak terendam tadi) agar bayi tidak merasa kedinginan. Setelah selesai bungkuslah dengan handuk dan keringkan. Biasanya bayi menyukai saat-saat mandi.

 

Karena Indonesia memiliki kelembaban yang tinggi, setelah mandi bayi tidak perlu diberikan bedak ataupun lotion. Namun bila kulit bayi cenderung kering berikan lotion khusus bayi sehingga kulit bayi tetap terjaga kelembapannya namun pori-porinya yang kecil tidak tersumbat. Ibu harus ingat jangan memberikan bedak di daerah genital, selangkangan, atau leher atau daerah-daerah yang cenderung akan berkeringat karena campuran keringat dan bedak justru mempercepat tumbuhnya kuman.

Bila ibu ingin membalurkan minyak kayu putih atau minyak telon, perhatikan dengan seksama, bila kulit bayi tampak alergi atau teriritasi hentikan pemberian minyak tersebut. Semakin pekat konsentrasi minyak tersebut, semakin iritatif terhadap kulit bayi. Disini ibu harus melakukan observasi. 

Setelah bayi BAB, bersihkan daerah sekitar anus dan bokong bayi dengan menggunakan kapas basah/tissue basah, namun jika BAB bayi terlalu banyak atau bocor ibu boleh memandikan atau mencuci bokong bayi dengan sabun bayi. Pada bayi laki-laki, jangan lupa untuk membersihkan genital bayi dengan cara menarik dengan lembut bagian kulitnya kemudian bersihkan dengan sabun. Pada bayi perempuan, bersihkan juga lipatan-lipatan genital dengan sabun untuk menghilangkan bekas-bekas urine (air kencing).

 

 

ARTIKEL LAIN...

-babylonish-

http://www.anaksehat.org

 

SHARE

Follow Us On:
x