Our Blog

Anak, Kehamilan, Umum

Menjaga Keselamatan Janin Saat Hamil Muda

LEAVE A COMMENT

Menjaga Keselamatan Janin Saat Hamil Muda


Hamil muda bagi ibu hamil merupakan sebuah masa yang paling spesial di dalam hidup. Kebahagiaan yang dirasakan pada saat pertama kali wanita mengetahui bahwa dirinya hamil membawa keceriaan tersendiri. Wanita merupakan mahkluk yang paling mulia karena memiliki kemampuan khusus. Tidak seperti laki-laki, wanita diberi karunia berupa rahim oleh Tuhan sehingga wanita memiliki kemampuan untuk menciptakan kehidupan di dalam tubuhnya. Kemampuan ini akan terasa lebih membahagiakan bagi wanita jika momen kehamilan merupakan tersebut merupakan kehamilan pertama. Pada kehamilan pertama wanita sering memiliki euforia tersendiri karena masa kehamilan merupakan periode yang ditungu. Banyak orang berpendapat bahwa kehamilan pertama merupakan momen yang harus dinikmati.

 Setiap perubahan yang terjadi selama masa kehamilan merupakan masa yang harus diperhatikan agar dalam masa kehamilan wanita tidak mengalami berbagai gangguan yang berpotensi untuk mengganggu kondisi kesehatan yang bisa terjadi selama kehamilan. Apalagi jika usia kehamilan masih sangat muda. Hamil muda merupakan periode awal sebelum memasuki periode kehamilan yang lama.  Periode awal masa kehamilan sangat menentukan seberapa siap kondisi ibu hamil dan janin untuk menghadapi tahap-tahap kehamilan yang selanjutnya. Ibu hamil yang memiliki euforia berlebih seringkali tidak memperhatikan kondisi kehamilannya saat usia janin masih sangat muda. Sebenarnya hal ini tergolong wajar karena perasaan bahagia yang dirasakan oleh ibu yang hamil muda seringkali membutakan bahwa sebenarnya ada beberapa resiko yang dapat berdampak pada kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Ditambah dengan kurangnya pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan, sering membuat ibu yang masih dalam periode awal kehamilan mengalami berbagai
masalah terkait kesehatan.

Ciri-ciri kehamilan yang dirasakan oleh wanita saat hamil muda pun terkadang menjadi perdebatan tersendiri. Meski sudah menggunakan testpack untuk memastikan apakah wanita hamil atau tidak, namun terkadang rasa ingin tahu yang berlebih menimbulkan beban psikologi bagi wanita. Ada perasaan kecewa jika ternyata harapan akan adanya tanda-tanda kehamilan tidak terwujud. Wanita yang terlalu bahagia ketika terlambat datang bulan sering memastikan bahwa dirinya hamil. Apalagi jika wanita telah menunggu masa kehamilan sejak lama. Banyak sekali ciri-ciri yang harus diperhatikan oleh wanita yang memasuki tahap awal hamil muda seperti payudara yang terasa nyeri dan seperti kesemutan akibat aktifnya kalenjar untuk memproduksi air susu ibu, sering buang air kecil dikarenakan janin yang menekan kantung kemih, perubahan bentuk tubuh, dan adanya perubahan mood. Jika dirasa masih tidak yakin dengan beebrapa gejala tanda-tanda kehamilan, wanita bisa langsung berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan untuk memastikan apa
kah dirinya hamil atau tidak. Memastikan kehamilan perlu dilakukan agar ibu hamil dapat mempersiapkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama hamil muda.

Masalah kesehatan yang sering muncul selama periode awal kehamilan sangat bervariasi. Masalah kesehatan yang muncul bersumber dari gejala yang merupakan akibat dari tanda-tanda kehamilan seperti demam, mual dan muntah, badan terasa pegal-pegal, letih dan mudah lelah, dan berbagai tanda-tanda kehamilan lainnya. Jika tanda-tanda kehamilan ini muncul dan hilang dengan sendirinya, maka gejala yang dirasakan oleh ibu hamil tersebut merupakan gejala yang wajar. Morning sick yang sering dirasakan oleh ibu hamil ketika usia kandungan masih sangat muda merupakan masalah yang paling sering dialami oleh ibu hamil. Mual dan muntah merupakan hal yang sangat wajar dan gejala tersebut bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya penanganan khusus. Masalah kesehatan lain yang sering dialami oleh ibu hamil muda adalah adanya demam yang akan menyerang selama beberapa hari. Demam diakibatkan oleh sel darah merah yang berkurang karena sel darah merah ibu hamil banyak terserap untuk membantu pembentukan sel telur di dalam jan
in. Demam pun hanya berlangsung selama 4 hari hingga 1 minggu. Namun yang perlu diperhatikan adalah jika gejala-gejala tersebut menyerang ibu hamil dalam jangka waktu yang lama. Perlu penanganan dan perawatan khusus jika terjadi tanda-tanda kesehatan yang membahayakan keselamatan ibu hamil dan janin. Terlebih bagi ibu yang masih berada dalam periode awal kehamilan. Kondisi kesehatan yang menurun drastis akibat tanda-tanda kehamilan yang tidak segera ditangani memiliki resiko yang besar bagi janin yang dikandung. Pada kondisi hamil muda, sel telur (embrio) masih dalam masa pertumbuhan. Embrio yang melekat pada rahim belum memiliki kekuatan sehingga jika ibu hamil mengalami masalah dengan kesehatan maka embrio tersebut bisa lepas dari kantung rahim atau yang biasa disebut dengan keguguran yang biasanya didahului dengan adanya pendarahan. Tentunya kondisi seperti ini sangat tidak diharapkan oleh ibu hamil. Ibu hamil harus mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi selama masa hamil muda agar masa kehami
lan dapat berjalan tanpa adanya gangguan berarti.

Pada saat hamil muda diperlukan persiapan yang matang agar kondisi kesehatan ibu hamil dan keselamatan janin terjamin. Pada kebanyakan kasus yang terjadi, ibu hamil mengalami keguguran saat hamil muda. Ini dikarenakan kurangnya persiapan untuk menghadapi periode awal kehamilan. Kebiasaan dan pola hidup juga sangat mempengaruhi keberhasilan masa kehamilan seorang wanita. Wanita yang memiliki kebiasaan dan pola hidup sehat memiliki kesempatan yang besar untuk melewati masa kehamilan dengan selamat dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukan pola hidup sehat. Tidak hanya itu, pada saat hamil muda ibu hamil juga membutuhkan perlakuan khusus agar tidak mengalami gangguan selama periode awal kehamilan. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat hamil muda agar keselamatan dan kesehatan selama periode awal kehamilan tetap terjaga adalah sebagai berikut :


•    Kondisi Kesehatan dan Psikologi

Hamil muda merupakan pintu gerbang sebelum memasuki berbagai tahap yang ada selama periode kehamilan. Pada saat periode awal hamil muda, ibu hamil disarankan untuk selalu menjaga kesehatan tubuh. Kondisi kesehatan tubuh memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi kesehatan janin. Ibu yang sehat akan memiliki janin yang kuat sehingga gangguan yang sering terjadi selama periode awal kehamilan bisa dihadapi tanpa adanya penanganan khusus. Cara paling mudah untuk menjaga kesehatan aalah dengan memperhatikan pola makan ibu hamil. Pola makan yang baik adalah pola makan yang dapat mencukupi kebutuhan gizi tubuh. Konsumsilah makanan yang memiliki gizi tinggi agar nutrisi ibu hamil dan janin dapat dipenuhi. Kurangi makanan instan seperti junk food, mie instan, minuman bersoda, dan makanan yang digoreng. Jika ibu hamil terlalu banyak mengkonsumsi makanan instan, seperti mie instan contohnya, maka nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak dapat terpenuhi. Kandungan zat perasa di dalam mie instan sangat tinggi na

mun tidak memiliki gizi. Jika ibu hamil terlalu banyak mengkonsumsi mie instan saat hamil muda maka hal ini akan berdampak pada perkembangan janin. Makanan yang mengandung lemak tinggi juga harus dikurangi agar kadar kolesterol di dalam tubuh tetap stabil. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi saat hamil berpotensi meningkatkan tekanan darah yang dapat mengancam pembentukan janin. Selain itu ibu hamil juga harus memperhatikan kondisi psikologi. Ibu hamil yang terlalu stress dapat berpengaruh pada nafsu makan. Kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Kondisi ibu hamil yang stress dapat memicu pendarahan yang sering menyebabkan keguguran saat hamil muda.


•    Hubungan intim

Hubungan intim merupakan hal yang wajar dilakukan oleh suami isteri. Hubungan intim merupakan satu-satunya cara alami yang dilakukan untuk mentransfer sperma kedalam rahim agar bisa membuahi sel telur. Jika suami isteri memiliki frekuensi Hubungan intim yang tinggi sebelum masa kehamilan, maka selama periode awal masa kehamilan suami isteri disarankan untuk mengurangi frekuensi hubungan intim. Dokter kandungan telah menyatakan bahwa tingginya frekuensi hubungan intim selama periode awal kehamilan merupakan salah satu penyebab utama keguguran saat hamil muda. Orgasme yang dialami wanita saat melakukan hubungan intim berpotensi membuat rahim mengalami kontraksi. Pada masa awal kehamilan dinding rahim belum memiliki kekuatan maksimal karena masih dalam proses penyesuaian adanya kehidupan di dalam rahim. Apalagi embrio yang telah dibuahi di dalam rahim masih berbentuk gumpalan darah sehingga syaraf-syaraf yang ada belum menempel sempurna pada dinding rahim. Jika wanita terlalu sering merasakan orgasme maka dapat

membuat dinding rahim berkontraksi dan melepaskan embrio yang berakibat pada keguguran. Posisi dalam berhubungan intim pun harus diperhatikan agar tidak menindih perut ibu hamil. Tekanan yang terlalu berat dapat memicu keguguran lebih cepat. Selain itu, beberapa dokter spesialis kandungan juga menyarankan hubungan intim selama periode awal kehamilan harus diakhiri dengan koitus interuptus, yaitu ejakulasi sperma diluar alat vital wanita. Sperma mengandung prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi uterus yang juga bisa menyebabkan keguguran.

•    Ketahui Informasi Tentang Kehamilan

Selama masa kehamilan selalu diwarnai dengan adanya mitos-mitos mengenai kehamilan. Banyak ibu hamil yang masih mempercayai mitos seputar kehamilan. Sah-sah saja untuk mempercayai mitos yang ada karena mitos seputar kehamilan sudah ada sejak dahulu kala. Mitos kehamilan berasal dari cara pandang orang jaman dahulu karena pada jaman dahulu ilmu-imu tentang kesehatan belum diketahui. Sebelum adanya pengetahuan tentang medis, banyak orang yang mengandalkan intuisinya untuk menjaga kehamilan. Namun pada masa sekarang ini, dimana ilmu-ilmu kesehatan telah berkembang dan peralatan medis telah ditemukan, ibu hamil harus jeli untuk menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Perhatikan mana yang merupakan sebuah mitos dan mana yang merupakan fakta. Mitos merupakan hasil dari intuisi yang telah dipercaya sedangkan fakta merupakan hasil dari sebuah tidakan yang telah dibuktikan. Walaupun banyak mitos yang beredar selama masa kehamilan, ibu hamil dianjurkan untuk lebih k
ritis dalam mengambil tidakan selama masa kehamilan. Carilah berbagai fakta mengenai kehamilan agar pada periode awal kehamilan ibu hamil tidak mengalami gangguan yang berarti. Mencari kebenaran tentang kehamilan sangat berguna untuk memastikan bahwa ibu hamil melakukan tindakan yang tepat. Jika merasa kurang yakin, konsultasikan kepada dokter kandungan yang telah dipercaya agar ibu hamil memperoleh informasi yang jelas. Yang terpenting adalah selalu melakukan yang terbaik dalam menjaga kesehatan karena keselamatan janin menjadi prioritas utama saat hamil muda.



ARTIKEL LAIN...

~babylonish~

Sumber :

http://mutiarabijaksana.com

SHARE

Follow Us On:
x