Our Blog

Anak, Ibu, Kesehatan

Pemberaian ASI Pada Bayi

LEAVE A COMMENT

Pemberaian ASI Pada Bayi


Saat bayi baru lahir, biasanya ASI ibu belum keluar. Namun perlu diingat, walaupun ASI belum keluar segeralah menetekan bayi. Rangsang hisapan bayi akan mempercepat pengeluaran ASI.

Ibu harus yakin bahwa ASI pasti keluar. jangan stress karena ASI belum keluar! Kedua hal ini akan mempengaruhi produksi ASI. Bila ibu stress, ASI akan sulit keluar. Sebaliknya sebaiknya ibu santai saja bermain dengan bayi. Pada ibu yang melahirkan bayi dengan cara spontan per vaginam biasanya ASI akan lebih cepat keluar, sedangkan pada ibu yang melahirkan melalui operasi sesar biasanya ASI mulai banyak keluar pada hari ke-5.

Cara memberikan ASI adalah sesuka bayi. Maksudnya boleh sesering mungkin sekehendak bayi. Setiap bayi memiliki pola yang berbeda satu sama lain. Kadang bayi minum setiap 2 jam ada juga yang setiap 3 jam, tetapi bila bayi tertidur lebih dari 3 jam bangunkanlah bayi dan susui. Perhatikan, bayi yang ingin menyusui adalah bayi yang sedang bangun dan mau menyusu. Bayi akan bereaksi jika puting payudara ditempelkan pada mulutnya. Bila bayi menolak, artinya bayi belum mau minum. Jangan paksakan bayi yang tidak mau minum untuk menyusu.

Berikan ASI 15-30 menit pada 1 payudara. Bila bayi masih haus dan payudara sudah kosong pindahkan ke payudara satunya. Bila sedang menetek dan bayi tertidur, bangunkan dengan memijat bagian pipinya. Bayi yang menetek sampai 1-2 jam biasa tidak menetek dan hanya “mentil“. Hal ini akan membuat bayi minum tidak efektif dan ibu kelelahan karena jam berikutnya sudah waktunya untuk menetek kembali. Jika bayi menetek cukup dari 1 payudara, setelah bayi selesai menetek pompalah payudara satunya hingga kosong. Hal ini anak merangsang produksi ASI lebih banyak. Air susu ibu yang telah diperah dapat disimpan di lemari pendingin.

Sebaiknya setiap sebelum dan sesudah menyusui ibu minum air yang cukup. Kebutuhan kalori dan cairan ibu yang menyusui lebih tinggi dari ibu yang tidak menyusui. Pastikan ibu makan minimal 3x sehari dan minum minimal 2 liter air dalam sehari.

Pada hari-hari pertama, ASI yang keluar akan berwarna lebih kuning dan kental. ASI ini disebut kolostrum. Ingat, ini bukanlah ASI yang basi! Kolostrum mengandung zat gizi yang sangat baik untuk bayi. Walaupun produksi kolostrum masih sedikit sehingga sulit dilihat dengan mata, menetekan bayi dari awal akan memberikan bayi menghisap kolostrum ini.

Yang disebut sebagai ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan. Namun, bila ASI tetap tidak keluar atau sangat kurang berikan susu formula untuk tambahan. Tapi ingat, walaupun ibu menggunakan susu formula tetap berikan ASI terlebih dahulu. Bila sudah menyusu dan bayi masih kehausan karena ASI kurang atau tidak keluar baru beri tambahan susu formula. Dengan demikian ASI akan meningkat jumlahnya sesuai dengan kebutuhan bayi.

Normalnya bayi akan buang air kecil dalam waktu kurang dari 24jam pertama dan buang air besar (BAB) dalam waktu 48 jam pertama setelah lahir. Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif pola BAB bisa bervariasi, dapat 5-10x/hari atau setiap sehabis ASI, hal ini masih dalam batas normal. BAB awalnya akan berwarna kehitaman karena mengandung meconium dan lama kelamaan akan berubah menjadi kuning coklat.

Bagaimana ibu mengetahui bahwa minum bayi cukup?

-       Bayi buang air kecil lebih dari 5x/hari

-       Buang air besar bayi warnanya kuning (tidak hijau)

-       Diantara pemberian ASI, bayi tidur tenang

-       Setelah pemberian ASI, bayi terlihat puas

-       Berat badan bayi bertambah sesuai kurva pertumbuhan

-       Saat bayi menyusu terdapat periode menghisap dan menelan

Mungkin ibu bertanya-tanya apa manfaat ASI?

Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI merupakan makanan ideal untuk bayi terutama untuk bulan-bulan pertama. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi termasuk zat untuk tumbuh kembang serta zat-zat anti infeksi. Selain itu, pemberian ASI juga bermanfaat bagi ibu untuk mempercepat pengembalian besarnya Rahim ke bentuk dan ukuran semula serta mengurangi insiden kanker payudara dikemudian hari.



ARTIKEL LAIN...

~babylonish~

Sumber:

http://www.anaksehat.org

SHARE

Follow Us On:
x