Our Blog

Kehamilan, Umum

Apakah Anda sudah Tahu Tentang Kehamilan Ektopik Terganggu?

LEAVE A COMMENT

Apakah Anda sudah Tahu Tentang Kehamilan Ektopik Terganggu?


Kehamilan ektopik terganggu (KET) merupakan suatu komplikasi kehamilan dimana sel telur yang dibuahi dan tidak bisa menempel pada jaringan yang semestinya. Kehamilan semestinya berada di dinding rahim, embrio menempel pada dinding rahim. Kehamilan ektopik bukanlah kehamilan yang normal dikarenakan kehamilan itu tidak bisa berkembang sebab berada di tempat yang bukan sebagaimana mestinya. Kehamilan ektopik terganggu merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera diketahui oleh petugas medis. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa ibu, kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang menjadi salah satu penyebab mortalitas pada ibu hamil.


Proses Terjadinya Kehamilan Ektopik

Banyak orang yang tidak tahu bagaimana bisa kehamilan ektopik terjadi. Sedikitnya pengetahuan masyarakat tentang kehamilan ektopik membuat kasus ini sering terlambat ditangani. Tak hanya itu saja, awamnya masyarakat tentang kehamilan ektopik membuat masyarakat tidak tahu apa yang harus dilakukannya dan mengetahui secara dini kehamilan ektopik yang menimpanya. Akibatnya adalah kehamilan ektopik terlambat diatasi.

Berikut ini proses terjadinya kehamilan ektopik yang harus diketahui oleh masyarakat :

1- Setelah menstruasi, wanita akan melepaskan sel telur dari indung telurnya. Sel telur itu adalah sel telur yang siap untuk dibuahi. Sel telur tersebut akan berjalan menuju ke saluran telur kemudian menuju ke rahim.

2- Ketika setelah menstruasi wanita melakukan hubungan seksual, sperma pasangan akan masuk ke dalam rahim dan mencari sel telur yang bisa untuk dibuahi. Hasil pembuahan itu dinamakan dengan zigot.

3- Bila tidak ada halangan, zigot itu akan berenang dan menuju ke rongga rahim. Ketika menuju ke rongga rahim akan ada pembelahan sel. Ketika sampai di rongga rahim, sel ini akan menempelkan dirinya ke dinding rahim dan bisa tumbuh lebih lanjut.

4- Sayang, tidak semua harapan bisa terwujud. Dalam perjalannya menuju ke rahim, zigot bisa saja menemukan banyak hambatan. Hambatan itu bisa membuat perjalanan zigot menjadi melambat dan terganggu. Akibatnya adalah zigot akan menempel bukan di dinding rahim di dalam rahim. Jika hal itu terjadi, kehamilan ektopik terganggu bisa terjadi. Zigot itu bisa tumbuh di tempat-tempat seperti :

•    Saluran telur. Lokasi ini adalah lokasi paling sering ditemukannya kehamilan ektopik. Daerahnya adalah daerah ampula. Daerah ampula adalah daerah yang lebar di saluran telur. Zigot itu banyak yang berhenti di saluran telur tepatnya berada di daerah ampula.

•    Rongga perut

•    Ovarium atau indung telur

•    Kornu uteri

•    Leher rahim atau serviks.

Zigot bisa berubah menjadi embrio bukan pada tempatnya, namun ketika usianya lebih dari tiga bulan zigot itu tidak bisa berkembang lagi sehingga akan menimbulkan keluhan pada ibu hamil tersebut. Penanganan medis harus segera dilakukan sedini mungkin, jangan sampai medis terlambat mengatasi hal tersebut.


Gejala

Ibu yang sedang hamil dan berada di trimester pertama sebaiknya tahu apa saja gejala dari kehamilan ektopik ini. Semakin dini wanita hamil menyadari bawah kehamilannya merupakan hamil ektopik semakin cepat pula penanganan medis dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jika terlambat diatasi, wanita akan memiliki saluran tuba yang pecah. Jika saluran tuba pecah, saluran tuba itu harus diangkat dan akibatnya wanita akan susah hamil di kemudian harinya.

Tindakan medis yang dilakukan jika diketahui secara dini kehamilan ektopik adalah dengan menjaga saluran tuba tetap utuh. Berikut ini gejala dari wanita yang mengalami kehamilan ektopik :

•    Nyeri

Wanita hamil yang mengalami gejala kehamilan ektopik terganggu akan merasakan nyeri terutama di bagian perut bawah. Nyeri itu bisa sangat tajam kemudian bisa melebar ke bagian perut. Nyeri itu akan semakin terasa hebat jika digunakan untuk berjalan, bergerak dan juga beraktivitas meskipun hanya aktivitas yang ringan saja.

•    Pendarahan

Wanita yang hamil namun mengalami pendarahan seperti menstruasi, bisa dikatakan bahwa dirinya terkena hamil ektopik. Pendarahan yang dialami itu bisa sangat bervariasi misalnya saja hanya timbul bercak darah saat hamil berwarna cokelat atau bahkan menstruasi seperti darah segar. Wanita yang hamil namun mengeluarkan bercak cokelat atau darah secara teratur sebaiknya segera menemui dokter sesegera mungkin.

Alasannya adalah jika tidak ditangani dengan segera kehamilan ektopik ini bisa menyebabkan pendarahan di dalam tubuh ibu hamil.

•    Sakit Panggul

Wanita yang mengalami kehamilan ektopik akan merasakan sakit di bagian panggul. Sakit panggul itu hanya ada di salah satu sisi saja dan itu merupakan sakit yang tiba-tiba.

•    Pingsan

Pingsan merupakan tanda bahwa ibu hamil mengalami hamil ektopik. Pingsan itu bisa terjadi ketika ibu hamil sudah tidak bisa menahan nyeri dan sakit pada bagian panggul serta nyeri di bagian bawah perutnya.

•    Hipotensi

Wanita dengan hamil ektopik akan mengalami tekanan  darah rendah atau hipotensi.

•    Sakit Perut

Selain nyeri wanita akan mengalami kram perut atau sakit perut dimana, seperti tanda-tanda kehamilan. Namun hal tersebut dirasakan perutnya seperti diremas-remas. Rasa sakit itu semakin sering dirasakan oleh wanita sehingga wanita akan kepayahan menghadapi itu semua.

•    Kulit Pucat

Akibat pendarahan yang dialaminya, wanita dengan hamil ektopik akan kekurangan darah dan mengalami anemia. Salah satu tanda jika dia terkena anemia adalah dia akan memiliki kulit yang pucat.

•    Denyut Nadi Meningkat

Wanita yang mengalami hamil ektopik akan mengalami denyut nadi meningkat. Denyut nadi ini bisa di cek di bagian pergelangan tangan atau di bagian leher.


Faktor Risiko

Ada orang yang rentan mengalami kehamilan ektopik terganggu. Faktor risiko itu banyak yang tidak disadari oleh kebanyakan orang. Faktor itu tidak boleh diremehkan, orang yang memiliki faktor risiko kehamilan ektopik, bisa membuat dirinya terkena risiko fatal berupa pecahnya saluran telur yang dijadikan sebagai lokasi untuk tempat menempelnya embrio tersebut.

Berikut ini berbagai macam risiko yang bisa menyebabkan seseorang terkena hamil ektopik :

1. Infeksi Saluran Telur

Wanita yang mengalami infeksi di saluran telur biasanya akan mengalami kehamilan ektopik. Alasannya adalah saat akan melewati saluran telur dan menuju rahim, zigot terhalang oleh kuman dan virus yang ada di saluran telur. Akibatnya zigot tersebut terpaksa berhenti di saluran telur dan menempel di sana, kemudian zigot berkembang menjadi embrio.

2. Radang Panggul

Wanita yang mengalami penyakit radang panggul sangat rentan untuk terkena kehamilan ektopik. Radang itu bisa membuat wanita merasakan nyeri pada panggulnya. Radang panggul itu bisa menghalangi lajunya zigot menuju ke rahim.

3. Pernah Mengalami Kehamilan Ektopik

Wanita yang pernah mengalami hamil ektopik sebelumnya juga bisa mengalami hamil ektopik lagi. Jadi berhati-hatilah bagi wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik. Misalnya saja hamil ektopik pertama berada di ovarium kanan, kemudian di hamil ektopik selanjutnya hamil ektopik bisa berada di ovarium di sebelah kiri. Oleh sebab itu faktor kehati-hatian sangat diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Operasi Tuba

Wanita yang pernah menjalani operasi tuba fallopi juga rentan untuk terkena kehamilan ektopik. Alasannya adalah tuba yang telah dioperasi tidak  memungkinkan zigot untuk menempel di dinding rahim. Akibatnya adalah zigot itu menempel pada tempat lainnya bukan menempel di rahim.

5. Endometriosis

Orang yang mengalami  gejala endometriosis bisa terkena kehamilan ektopik. Wanita yang mengalami endometriosis adalah wanita yang sering merasakan sakit luar biasa ketika menstruasi datang dan terjadi.

10. Kontrasepsi

Wanita yang menggunakan kontrasepsi kemudian hamil dan dia masih mengalami menstruasi, sehingga tidak sadar jika dirinya hamil bisa jadi kehamilan yang dikandungnya adalah kehamilan ektopik. Wanita tersebut mengalami menstruasi dikarenakan zigot tidak menempel pada dindIng rahim namun menempel di tempat yang lainnya. Oleh sebab itu cara mencegah kehamilan tanpa KB lebih dianjurkan daripada menggunakan kontrasepsi, karena bisa mneyebabkan kehamilan ektopik.

7. Cacat Bawaan

Wanita yang mengalami cacat bawaan di saluran telurnya bisa terkena kehamilan ektopik.

8. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Wanita yang pernah mengalami penyakit menular seksual (PMS) bisa terkena kehamilan ektopik. Hal itu diakibatkan oleh kuman dan virus yang ada di dalam tyubuhnya. PMS itu misalnya saja gonorrhea, klamidia dan masih banyak lagi lainnya.


Proses Diagnosa Kehamilan Ektopik Terganggu

Pihak medis membutuhkan data pendukung dan pemeriksaan pendukung agar pihak medis mengetahui apakah pasiennya mengalami kehamilan ektopik atau tidak. Kehamilan ektopik terganggu membutuhkan beberapa pemeriksaan dan diagnosa. Hasil dari pemeriksaan itu akan menunjukkan apakah pasien tersebut mengalami hamil ektopik atau tidak.



ARTIKEL LAIN...

¬babylonish¬

Sumber:

http://www.alodokter.com

SHARE

Follow Us On:
x